Profil Potensi Desa

SIDA BLEBERAN 30 April 2014 17:23:24 WIB

Kondisi Geografis dan Demografi

 

Desa Bleberan merupakan salah satu dari 13 Desa di wilayah  Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul yang berada di sector  barat, Jarak orbitasi dengan ibukota kecamatan playen adalah 4 km sedang untuk jarak dengan Ibukota Kabupaten adalah 10 Km serta jarak dengan Ibukota Propinsi adalah 40 Km.    

Luas wilayah desa Bleberan secara keseluruhan 16.262.170 Ha yang terdiri dari tanah sawah tadah hujan : 493 Ha, Sawaha irigasi : 15 Ha , tegalan : 489.217 Ha.Dengan batas wilayah al :

Tabel 1

Batas wilayah Desa Bleberan

No

Wilayah

Berbatasan

1

Utara

Desa Getas dan Desa Dengok

2

Barat

Desa Banyusoco dan wilayah kehuatanan

3

Selatan

Wilayah Kehutanan RPH Karang mojo

4

Timur

Desa Dengok dan Desa Plembutan

 

          Sedangkan letak geografis desa Bleberan berada di ketinggian188;20 m diatas permukaan laut dengan suhu 23 – 33 derajat C dengan kelembaban nisbi berkisar antara 80% -  85%, serta curah hujan pada tahun 2016 sebesar 1.400mm/th. Dengan jumlah hari hujan 89 hari . Bulan basah 4-5 bulan, sedangkan bulan kering antara 7-8 bulan.

     Desa  Bleberan 90% adalah merupakan daerah datar dan 10% tanah berbukit yang terdapat di tiga padukuhan   ( Padukuhan Menggoran I,Menggoran II, dan Ngrancang ).

     Jenis tanah pertaniannya beragam yang didominasi oleh tanah margalit oleh karena itu setiap musim kemarau lapaisan tanah mengalami retak – retak atau lebih dikenal “ telo “ lebar dan panjang telo tersebut besarnya berkorelasi negatif dengan tingkat kelembaban dan kandungan bahan organic tanah ini terdapat diwilayah sector tengah ketimur ( Padukuhan Peron,Tanjung I, Tanjung II, Bleberan Sawahan dan Srikoyo ). Sedang di sector tengah sebelah utara tanah berkapur dan untuk wilyah barat Menggoran I,Menggoran II,Ngrancang dengan tanah merah.

 

  1. Kependudukan

     Table 5 : Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin

No

Jenis Kelompok

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

LAKI-LAKI

2688

0

2688

2

PEREMPUAN

0

2653

2653

 

TOTAL

2688

2653

5341

 

Table 6 : Jumlah Penduduk berdasarkan Satatus Perkawinan

No

Jenis Kelompok

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

BELUM KAWIN

1204

902

2106

2

KAWIN

1411

1426

2837

3

CERAI HIDUP

31

57

88

4

CERAI MATI

42

268

310

 

BELUM MENGISI

0

0

0

 

TOTAL

2688

2653

5341

 

Table 7 : Jumlah Penduduk berdasarkan Umur

No

Jenis Kelompok

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

0 – 1

5

2

7

2

1 – 4

102

104

206

3

5 – 9

195

205

400

4

10 – 14

188

163

351

5

15 – 19

219

181

400

6

20 – 24

222

189

411

7

25 – 29

222

181

403

8

30 – 34

212

195

407

9

35 – 39

202

181

383

10

40 – 44

207

187

394

11

45 – 49

176

218

394

12

50 – 54

157

153

310

13

55 – 59

134

161

295

14

60 – 64

129

145

274

15

65 – 69

93

139

232

16

70 – 74

90

94

184

17

75 – 130

135

153

288

 

BELUM MENGISI

0

2

2

 

TOTAL

2688

2653

5341

            Sumber: Dinas DUKCAPIL Kab.gunungkidul Th 2015

 

       Table 8 : Jumlah Penduduk berdasarkan jenis Pekerjaan

No

Jenis Kelompok

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

BELUM/TIDAK BEKERJA

477

431

908

2

MENGURUS RUMAH TANGGA

0

263

263

3

PELAJAR/MAHASISWA

470

381

851

4

PENSIUNAN

66

39

105

5

PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

50

31

81

6

TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI)

4

0

4

7

KEPOLISIAN RI (POLRI)

1

0

1

8

PERDAGANGAN

4

10

14

9

PETANI/PERKEBUNAN

928

1164

2092

10

PETERNAK

1

2

3

11

NELAYAN/PERIKANAN

0

0

0

12

INDUSTRI

0

1

1

13

KONSTRUKSI

0

0

0

14

TRANSPORTASI

0

0

0

15

KARYAWAN SWASTA

173

95

268

16

KARYAWAN BUMN

0

0

0

17

KARYAWAN BUMD

1

1

2

18

KARYAWAN HONORER

11

20

31

19

BURUH HARIAN LEPAS

90

43

133

20

BURUH TANI/PERKEBUNAN

1

4

5

21

BURUH NELAYAN/PERIKANAN

0

0

0

22

BURUH PETERNAKAN

1

0

1

23

PEMBANTU RUMAH TANGGA

0

4

4

24

TUKANG BATU

6

0

6

25

TUKANG JAHIT

1

1

2

26

TUKANG GIGI

0

0

0

27

MEKANIK

2

0

2

28

PENDETA

0

1

1

29

GURU

7

12

19

30

PERAWAT

0

1

1

31

SOPIR

19

0

19

32

PIALANG

0

0

0

33

PARANORMAL

0

0

0

34

PEDAGANG

2

3

5

35

PERANGKAT DESA

21

1

23

36

KEPALA DESA

1

0

0

37

BIARAWATI

0

0

0

38

WIRASWASTA

351

145

496

 

TOTAL

2688

2653

5341

 

 

 

 

 

Sumber: Dinas DUKCAPIL Kab.gunungkidul Th 2015

 

 

  1. Pendidikan :

Tabel 9 : Pendidikan yang ada di Desa Bleberan

No

Jenis sekolah

Jml unit

Jml siswa

Kondisi sekolah

Baik

Sedang

rusak

1

TK

10

 

4

 

 

2

SD

2

 

2

 

 

3

MI

3

 

3

 

 

4

PKBM

1

5 Pengelola

Belum punya gedung

5

PAUD

4

2 pengelola

Menginduk pada STKM Bleberan

 

Table 10 : Jumlah Penduduk berdasarkan Pendidikan

No

Jenis Kelompok

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

TIDAK / BELUM SEKOLAH

518

667

1185

2

BELUM TAMAT SD/SEDERAJAT

375

387

762

3

TAMAT SD / SEDERAJAT

645

667

1312

4

SLTP/SEDERAJAT

547

527

1074

5

SLTA / SEDERAJAT

504

306

810

6

DIPLOMA I / II

33

33

66

7

AKADEMI/ DIPLOMA III/S. MUDA

12

13

25

8

DIPLOMA IV/ STRATA I

51

50

101

9

STRATA II

3

2

5

10

STRATA III

0

1

1

 

TOTAL

2688

2653

5341

Sumber: Dinas DUKCAPIL Kab.gunungkidul Th 2015

 

  1. Keagamaan

Kegiatan relegi masarakat Desa cukup baik dengan berbagai agama yang ada masarakat tetap kondusif belum pernah adanya gesekan antar agama sehingga angka kriminalitas dan juga kenakalan remaja dapat di minimalisir.dengan jumlah pemeluk agama :

 

Tabel 11 : Jumlah penduduk berdasarkan Agama

No

Jenis Kelompok

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

ISLAM

2648

2599

5247

2

KRISTEN

35

40

75

3

KATHOLIK

5

14

19

4

HINDU

0

0

0

5

BUDHA

0

0

0

6

KHONGHUCU

0

0

0

7

Kepercayaan Terhadap Tuhan YME / Lainnya

0

0

0

 

BELUM MENGISI

0

0

0

 

TOTAL

2688

2653

5341

 

     Sarana peribadatan .

Pelaksanaan peribadatan di Desa Bleberan sangatlah harmonis dengan jumlah tempat peribadatan al :

Masjid              : 11 Bh

Langgar           : 40 Bh

Gereja              :   1 Bh

 

 

  1. Kesehatan

Sampai dengan tahun 2015 kesehatan masarakat cenderung meningkat kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ).   Hal ini di dukung dengan jumlah kader sehat ddesa berjumlah 121 kader.

 

Dan untuk kesehatan masarakat dari sisi perumahan dan lingkungan al :

Tabel 12 : Kondisi perumahan dan lingkungan

No

Padukuhan

Rumah

Jamban

Ket

Fisik

Lantai

Cls

Prm

Trd

Tp

P

Sp

Pp

Gdk

Krm

Tgl

Tnh

1

Peron

30

4

2

48

2

44

38

25

36

20

28

 

2

Tanjung I

35

17

5

34

3

71

16

27

13

25

0

 

3

Tanjung II

16

12

19

25

2

52

18

13

11

48

0

 

4

Bleberan

31

26

18

63

7

40

42

31

24

80

0

 

5

Sawahan I

44

32

3

51

11

81

36

33

9

78

8

 

6

Sawahan II

36

6

2

32

3

49

40

15

30

38

10

 

7

Putat

27

4

21

43

7

78

12

23

1

65

6

 

8

Srikoyo

42

16

9

52

10

62

49

16

67

21

16

 

9

Menggoran I

53

15

40

58

8

117

41

34

19

82

31

 

10

Menggoran II

59

58

8

64

14

103

43

34

20

92

38

 

11

Ngrancang

64

1

36

28

7

103

19

57

0

47

25

 

 

Jumlah

437

191

163

489

74

850

354

308

230

596

162

 

Keterangan                                                                :Data Desa  Bleberan  th.2015

 

Kolom Fisik      : P : Permanen  Sp.Semi permanent  PP.: Papan  Gdg : Gedek

Kolom Lantai    : krm  : keramik  tgl : tegel  tnh : tanah

Kolom jamban   : cls : closed  prm : permanent  trd : tradisional  tp: tidak punya

 

 

Prasarana Kesehatan :

Desa Bleberan terdapat PUSKESMAS II Playen dengan Gedung yang di bangun tahun 2007 dan belum memberikan pelaynan rawat inap karena local yang belum memungkinkan.

Dengan tenaga medis dan karyawan th. 2014 :

Dokter umum            : 1 orang

Dokter gigi                : 1 orang

Analis kesehatan                : 1 orang.

Ahli gizi                     : 1 orang

Perawat                     : 4 orang

Bidan                        : 5 orang

Karyawan                           : 18 orang.

 

Sarana air bersih.

Sara air bersih di Desa bleberan sebagian besar masyarakat menggunakan PAM Desa  dan juga sebagian kecil menggunakan sumur, Pengelolaan PAM Desa di kelola dengan BUMDes dengan SK pendirian Perdes No.06 /Tahun 2009  dengan nama BUMDes “ SEJAHTERA” dengan jumlah pengurus 6 orang, badan pengawas 5 orang serta karyawan 9

 

2.1.3. Keadaan Sosial dan Ekonomi Desa

  1. Keadaan Sosial Desa

Warga  masyarakat  Desa Bleberan masih memelihara nilai – nilai gotong royong, tolong – menolong, semangat kebersamaan, serta rasa kesatuan yang kuat masyarakat dan jika ada yang tidak melakukan atau menjaga hal tersebut akan mendapatkan sanksi dari masyarakat sekitar yang berupa celaan, gunjingan, dan lain - lain. Dan ini adalah merupakan potensi yang luar biasa sebagai modal pembangunan di Desa Bleberan.

Pembangunan di masyarakat desa dan arus modernisasi juga membawa dampak perubahan sosial budaya di masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat kita sering mendengar adanya lembaga – lembaga tradisional dan lembaga – lembaga modern. Sejalan dengan itu ada pula “pola ajar tradisonal” dan “pola ajar modern”. Pola ajar tradisional mengajarkan cara – cara atau hal – hal yang kurang lebih sama dengan yang telah dipraktekan oleh generasi berikutnya (ayah, kakek, nenek, orang tua dan sebagainya). Dan pola ajar inilah yang diterapkan agar pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya lokal dapat dicegah.

 

 

 

 

 

Karakteristik sosial masyarakat desa Bleberan adalah sebagai berikut :

  1. Masyarakat desa Bleberan cenderung memiliki sifat yang homogen dalam hal mata pencaharian, nilai – nilai dalam kebudayaan, serta dalam sikap dan tingkah laku.
  2. Kehidupan di desa Bleberan lebih menekankan anggota keluarga sebagai unit ekonomi.    Artinya semua anggota keluarga turut bersama terlibat dalam kegiatan mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga.
  3. Faktor geografis sangat berpengaruh atas kehidupan yang ada. Misalnya keterkaitan anggota masyarakat dengan tanah atau desa kelahirannya.

.     Hubungan antarwarga desa terjalin lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan hubungan mereka dengan masyarakat lainnya diluar batas wilayah desanya.

  1. Mata pencaharian utama penduduk umumnya adlah bertani.
  2. Kontrol sosial ditentukan oleh nilai moral dan hukum internal (hukum adat).

 

  1. Perekonomian Desa

Perekonomian masarakat desa Bleberan di lihat perkembangan tahun ke tahun mengalami banyak peningkatan terlihat pada perekonomian masarakat dengan daya beli masarakat cukup meningkat, peningkatan tersebut di dominasi  pada sektor Pertanian  yang dapat mendukung 50%, sector peternakan sapi dan kambing 30% dan perikanan 10% dan jasa 10%

     Apalagi  dengan dilakukannya kerjasama masarakat dan fihak Kehutanan dengan SK pengelolaan Hutan Kemasyarakata (HKM) dan juga kerja sama yang sifatnya nonformal  Pengelolaan hutan bersama masarakat hal ini dapat mendongkrak pendapatan masarakat yang dapat mencapai 100%. Sektor pertanian yang menjadi unggulan adalah : Jagung, Kedelai, Padi, ketela sedang untuk sayuran : col, cabe, kacang panjang, ketimun, terong.

 

     Kondisi ini menunjukan bahwa sector pertanian sampai dengan saat ini masih menjadi andalan masarakat Desa Bleberan yang memang mayoritas  petani, namun yang menjadi kendala adalah kepemilikan lahan petani yang rata – rata masarakat petani hanya memiliki lahan 0,25 ha /kk sehingga  di masa mendatang aspek menejemen kelembagaan harus mendapatkan perhatian yang serius serta kedepan diperlukan pembangunan pertanian dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya alam dan manusia dengan didukung tehnologi anjuran terkini dan sepesifik serta memperhatikan daya dukung lahan. Dan juga pendampingan kelompok – kelompok tani agar menjadi lebih mandiri .

    

     Sektor Industri sampai dengan tahun 2016 masih sangat kecil walaupun minat masarakat cukup tinggi dengan pengolahan hasil pertanian namun kelemahan untuk menembus pasar masih sangat lemah, ada beberapa kelompok antara lain Industri alat pertanian, kerajinan kulit, mebel, dan home industri lainnya namun sampai saat ini untuk beberapa hasil industri pande besi dan olahan makanan telah mulai menembus pasar luar wilayah Desa namun sebagian masih untuk kebutuhan pasar local.

    

     Sektor pariwisata di Desa Bleberan sudah dikelola dengan cukup baik melalui BUMDesa sehingga sudah mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa, tetapi masih bisa di kembangkan lebih maksimal sehingga akan mamapu mendongkrak pendapatan Asli Desa, Infrastruktur jalan di sekitar obyekwisata masih belum memadahi ( belum diaspal) sehingga masih perlu penanganan serius dari semua pihak baik pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

       Namun demikian  potensi yang cukup banyak diantaranya : Gua rancang kencono, Airterjun Slempret, tebing indah, bumi perkemahan, Hutan kemasarakatan, masih perlu mendapatkan dukungan yang maksimal baik dari pemerintah Daerah, Propinsi serta Pusat karena pariwisata kedepan akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat. Lokasi wisata tersebut ada dilokasi wilayah sector barat wialayah Desa Bleberan tepatnya di padukuhan Menggoran, pada saat ini setelah di laksanakan launcing sudah banyak dikunjungi wisatawan baik local maupun luar negeri terutama pada hari Sabtu, Minggu serta hari – hari libur, dan yang menjadi daya tarik wisata di Bleberan adalah susur sungai oyo dengan pearahu sepanjang 450m dengan menikmati tebing indah setinggi 50m di sepanjang s.oyo yang kemudian berakhir menikmati air terjun Srigethuk. Namun demikian Kondisi infra struktur jalan untuk memasuki lokasi wisata belum teraspal sepanjang 1 Km serta jalan menuju padukuhan Menggoran sepanjang 1000m telah mengalami rusak parah sehingga menjadi keluhan para wisatawan.

 

       Kemudian   situs purbakala ada di wilayah padukuhan Bleberan situs tersebut adalah merupakan peninggalan zaman batu dan saat ini telah di tata dan di tempatkan pada tanah yang telah di bebaskan dari dinas purbakala Propinsi DIY.

 

Arah pengembangan pariwisata Desa Bleberan kedepan pembangunan sarana dan prasaran pendukung potensi alam yang sudah ada agar lebih mempunyai daya tarik wisatawan antara lain : Kolam pemancingan dengangubuk – gubuk bambu sebagai tempat menikmati hasil pancingan, Pembendungan sungai oyo sebagai sebagai wisata berprau. Kolam renang, fasilitas olah raga, gedung pertemuan yang tradisional, pembangunan out bond penambah atrakasi pariwisata. Serta penyusunan paket – paket wisata, home stay serta pengembangan industry olahan serta cendera mata.

    

Potensi ekonomi .

Desa Bleberan tidak banayak mempunyai potensi ekonomi yang dapat di kembangkan dan hanya bebepa potensi diantaranya :

  • Lahan pertanian,

Lahan pertanian di Desa Bleberan 90 % adalah merupakan lahan kering, lahan tersebut adalah mengandalkan curah hujan sedang 10 % adalah sawah iri gasi yang terdapat di sector barat ( di slempret, Padukuhan Menggoran ) rincian lahan tersebut antara lain :

  1. Sawah tadah hujan : 493 Ha pola tanam padi – padi –jagung/kedelai
  2. Sawah irigasi :  15  Ha pola tanam padi untuk sepanjang tahun
  3. Pekarangan : 1.816 Ha tanaman kedelai  jagung dan ketela
  4. Tegal : 4.892 Ha tanaman kedelai jagung dan ketela/sayuran

 

 

 

 

Tabel 2

PRODUKSI  PERTANIAN TAHUN 2012 - 2015

No

KOMODITAS

TAHUN 2012

TAHUN 2013

Lp

(Ha )

Prodt

(Kwt/Ha

Prod.

 ( Ton )

Lp

(Ha )

Prodt

(Kwt/Ha

Prod.

 ( Ton )

1

PADI SAWAH

140

56.89

796.46

215

5.008

1.076

2

PADI GOGO

215

50.08

1.076.72

150

5.600

840796

3

JAGUNG

457

39.04

1.784.02

457

7.000

3.199

4

KEDELAI

367

14.97

549.31

225

4250

956

5

KC.TANAH

334

9.35

312.31

220

4.750

1.045

6

UBI KAYU

187

16.17

302.38

185

1600

30122

 

No

KOMODITAS

TAHUN 2014

TAHUN 2015

Lp

(Ha )

Prodt

(Kwt/Ha

Prod.

 ( Ton )

Lp

(Ha )

Prodt

(Kwt/Ha

Prod.

 ( Ton )

1

PADI SAWAH

150

5859

878

150

5800

870

2

PADI GOGO

215

5150

11070

225

5200

1170

3

JAGUNG

457

7150

3267

500

7200

3600

4

KEDELAI

225

4300

967

225

4150

933

5

KC.TANAH

220

4750

1045

220

4350

957

6

UBI KAYU

189

1720

32.212

188

17000

32.200

 

2)  Kehutanan :

Desa Bleberan yang di kelilingi wilayah kehutanan mempunyai luasan 1626 Ha yang terdiri hutan kayu putih  475 Ha. Hutan kayu jati .250 Ha. yang pada tahun 1997 mengalami perubahan yang sangat tragis dengan maraknya penjarahan kayu yang menggundulkan kawasan hutan di Desa Bleberan, Namun saat ini dengan gerakan Rehabilitasi hutan telah mulai terlihat kembali, dan saat ini  kesadaran masarakat untuk memmbangun hutan rakyat di lokasi tegalan baik yang prodoktif maupun tidak produktif  sangat meningkat sampai dengan saat ini mencapai .47 Ha.

Dengan dilakukannya kerja sama masarakat dengan pihak kehutanan dengan SK Bupati tentang pengelolaan HKM dan juga kerja sama yang sifatnya nonformal hal ini dapat mendongkrak pendapatan masarakat yang dapat mencapai 100 % .

 

3). Perkebunan :

Tanaman – tanaman perkebunan yang ada di Desa Bleberan cukup beragam antara lain Kelapa, Mlinjo, Mangga, Namun demikian Di Desa Bleberan tidak ada perkebunan yang bersifat khusus, tanaman tanaman tersebut di tanam di areal pekarangan masyarakat.

 

4) Peternakan  :

Untuk sektor peternakan masarakat desa Bleberan terbanyak memlihara sapi dan kambing. hampir semua KK mempunyai ternak tersebut

 

 

 

 

Tabel 3

Jumlah ternak di Desa Bleberan

No

Ternak

2012

2013

2014

2015

2016

1

Sapi

963

725

987

1179

1213

2

Kambing

791

400

633

730

785

3

Ayam

628

527

815

1575

1930

 

5) Perikanan :

Sektor perikanan darat mulai tahun 2009 masyarakat mulai menggeliat membidik sector perikanan tersebut walaupun masih merupakan kegiatan sampingan. Namun pada tahun 2010 dengan program mina politan di Kecamatan Playen minat masyarakat semakin tinggi dengan berbagai macam kolam diantaranya kolam terpal serta kolam permanen. Produksi perikanan terutama Lele dan sebagian kecil nila dan gurameh. Dan untuk kecamatan Playen perikanan lele ini di sebut “ LELEKI SINTAL” ( lele lahan kering sistim terpal dengan prduksi rutin ada di padukuhan tanjung I, tanjung II, Bleberan, Sawahan I, Sawahan II, Srikoyo dan Menggoran II dengan jumlah kolam 112 bh dengan produksi pertahun rata – rata  1,8 ton.

 

 

  6)  Air bersih :

Di Desa Bleberan ketersediaan air bawah tanah sebenarnya sangat cukup karena adanya 4 sumber mata air yang mempunyai debit cukup besar.

  1. Sumber mata air jambe dengan debit 40 – 60 L/dtk.

    Sumber  mata air jambe terletak di tanah kehutanan dan saat ini telah di kelola oleh  BUMDes  di pompa dengan grundfoce 2 buah dengan tenaga Listrik Genset sebesar 11.000 wat dengan konsumen 625 kk

  1. Sumber mata air Dong Poh Debit 10 – 15 L/Dtk.

 Sumber mata air tersebut juga teletak di tanah kehutanan dan saat ini telah di manfaatkan untuk air minum warga dengan di pompa dan di kelola oleh kelompok masarakat dengan konsumen 350 kk

  1. Sumber mata air Ngandong dengan debit 20 – 30 L/Dtk.

Sumber mata air ini lebih banyak di manfaaatkan untuk mandi masarakat di padukuhan menggoran dan juga di pompa untuk pemenuhan air bersih di tempat wisata gua rancang kencaono

  1. Sumber mata air Ngumbul dengan Debit 40 – 60 L/dtk

    Mata air ngumbul adalah untuk kebutuhan irigasi sawah seluas 15 ha di lokasi wisata Slempret.

 

7)  Potensi pariwisata

Sektor pariwisata Desa Bleberan sangat potensial untuk dapat di kembangkan kepdepan apalagi kecamatan playen adalah kecamatan yang kaya akan tempat – tempat wisata bahkan untuk tahun ini telah di bengun dan dikembangkan antara lain Hutan wanagama, rest area dibunder, sehingga wisata di desa Bleberan dapat di kembangkan sebagai pendukuing wisata – wisata yang ada di kecamatan Playen,  potensi wisata tersebut al :

  1. Gua rancang kencana :
  2. Gua song oya dan gua cabak
  3. Air terjun Sri gethuk dengan tebing indahnya.
  4. Situs purbakala
  5. Bendung tanjung

 

         potensi pariwisata budaya antara lain :

  1. Upacara ritual nyadranan di padukuhan Bleberan yang dilaksanakan setiap tgl 25 Ruwah tiap tahun dengan upacara Gunungan Pisang dan apem yang di arak ke makam.
  2. Upacara tumpeng robyong di padukuhan Bleberan Upacara tradisi Robyongan Pelaksanaan kenduri yang di laksanakan khusus perempuan
  3. Doger Panggah Jati di Padukuhan Peron
  4. Reog di Padukuhan tanjung
  5. Hadrah ( kesenian islam )di padukuhan Menggoran dan Ngrancang
  6. Slawatan ( kesenian islam ) di Padukuhan Putat.
  7. Ketoprak di Dusun Tanjung
  • Wayang kulit

 

     8)  Industri dan Koperasi :

Industri yang ada saat ini masih sebatas pada industri rumah tangga , namun keberadaan    industri – industri baik industri perorangan atau kelompok sangat menggembirakan karena sedikit banyak mendukung perekonomian masarakat

potensi industri yang ada al :

  1. Pande Besi                            :  1 klp.
  2. Kerajinan kulit ( tas ) :  1 klp
  3. Kerajinan mabel :  4 klp
  4. Industri makan kecil. : 27 Klp
  5. Industri kerajinan :   2 Klp.

 

        9)  Bidang perkoperasian :

  Desa Bleberan saat ini ada 2 koperasi yang cukup besar dan telah berbadan hokum :

  1. KSU Trisno sapodo ( Padukuhan Bleberan ) dengan omset Rp. 000.000.000
  2. Koperasi tani manunggal ( Padukuhan Menggoran ) omset Rp. 50000.000
  3. BUMDes Desa Bleberan berdiri pada tanggal 05 Juni 2008 berjalan pada awalnya adalah menggunakan surat keputusan Kepala Desa dan baru tahun 2010 Tersusunlah Perdes nomor 05/2010 tentang tatacara pendirian BUMDes. Dalam kegiatan pengelolaan air bersih sampai dengan tahun 2014 Jumlah sambungan rumah ( SR ) 625 dengan dua unit usaha :
  • UED – Sp dengan omset 2015  Rp. 35.000.000
  • Pengelolaan air bearish omset th 2015 1.654.000.000

 

Sarana dan prasarana Desa

 

Transportasi

Desa Bleberan di lalui jalan antar desa jalan tersebut adalah jalan Palyen Banyusoco yang kedepan adalah merupakan jalur gunugnkidul – bantul ( Bibal ) sehingga kendaraan roda 4 dan juga roda dua cukup ramai namun untuk angkutan pedesaan hanya sampai siang hari untuk sore sampai dengan malam dengan kendaraan ojek.

 

             Prasarana jalan :

Desa Bleberan mempunyai jalan yang sangat strategis yang dapat mendukung pertumbuhan pendapatan/perekonomi masarakat Desa dan juga dapat membuka akses wisata yang ada namun sampai saat ini sudah  belum  diaspal  antara lain : Jalan yang menghubungkan

 

       Jalan Bleberan – Getas  :

        melewati padukuhan ( Srikoyo – Menggoran I – Menggoran II – Ngrancang – Getas               yang jalan ini adalah sebagai :

  1. Jalur lingkar kecamatan yang akan menghubungkan jalan Playen Banyusoco 1 Biball dengan jalan bantul Gunungkidul yang berada di Getas
  2. Pendukung obyek wisata Gua Rancang, Tebing indah dan air terjun serta surya sell.
  3. Jalur perekonomian yang menghubungkan jalan Bantul Gunungkidul.

 

      Jalan Bleberan – Plembutan :

             Jalan tersebut melewati ( Dengok – Tanjung I – Tanjung II – Peron – Pasar wiyoko )

  1. Jalur Lingkar kecamatan Playen yang akan menghubungkan jalan playen – Banyu soco dengan jalan Playen – Paliyan
  2. Membuka jalur perekonomian atau akan membuka akses pasar karena jln ini menghubungkan Desa Dengok Desa Bleberan dengan pasar Wiyoko Desa Plembutan
  3. Memperlancar lalulintas pendidikan karena menghubungkan Desa Dengok dan Desa Bleberan dengan SMU Negri 1 Playen di Plembutan.

 

                 Jalan perdesaan dengan kondisi :

      Panjang jalan Desa yang terdiri dari :

No

Ruas jalan

Volume

Satuan

Keterangan

A

Ruas Jalan Desa

 

 

 

1

Jalan lingkar selatan ( Peron – Bleberan-Sawahan II )

1.050

Meter

Rabat eton

2

Tanjung -  Bleberan

750

Meter

Rabat Beton

3

Putat – Ngrancang

1.200

Meter

Diperkeras

4

Tanjung Bleberan ( Cagar budaya )

910

Meter

Rabat Beton

5

Jalan Lingkar wisata ( Slempret – Gua rancang )

2570

Meter

Diaspal dan diperkeras

6

Menggoran I – Menggoran II

1050

Meter

Diaspal

7

Jalan ke Gua rancang

500

Meter

Diaspal

8

Jalan Tanjung I – Tanjung II

500

Meter

Diperkeras

9

Tanjung I – Wiyoko/Plembutan

1154

Meter

Tanah

 

 

 

 

 

B

Jalan Lingkungan

 

 

 

 

Jalan Tanah

3.000

Meter

-

 

Jalan perkerasan

10.000

Meter

-

 

Jalan cor blok

3.500

Meter

-

 

Jalan Aspal

1.000

Meter

-

 

  Prasarana Jembatan yang menghubungkan Desa Bleberan dan Getas :

Jembatan ini adalah di bangun pada tahun 1979 dengan volume 10 x 4 dengan tinggi 5 m jembatan tersebut di bangun oleh swadaya masarakat dan kondisi saat ini sangat

memprihatinkan karena :

Pembangunan belum menggunakan otot besi dan cor PC ( semuanya berwjud pasangan batu ) dan belum ada dukernya sehingga sangat membahayakan.

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi Bleberan

tampilkan dalam peta lebih besar